Jumat, 15 Maret 2013

Using information technology in conducting electronic commerce



Using information technology in conducting electronic commerce




      The growing use of technology through electronic networks in everyday life has covered many aspects, not least in trading activities. Since ancient times people have known the cross-border trade, which is done by exploring the continents around the world with a vehicle or simple transportation. The development of technology is helping people and making people's lives easier.In this era of so-called "information age", the electronic media into one media mainstay for business communication and commerce activities across countries no longer need to be done face to face between sellers and buyers. Wherever we are trading may take place with the help of technology through electronic networks.      According Rieschel: Internet only completed 10% of the transaction process, while the other 90% is the cost for the preparation of back-end infrastructure, including logistics.Trading through an electronic network is all business transactions conducted using the network access the Internet through a computer. There are 3 reasons why businesses membuhkan information technology:• Supporting Business Operations• Managerial Decision Support• Supporting Strategic Competitive Advantage      As we have noted the development of a management information system has been very rapid. Since the origin of the Internet originated when the U.S. government established a network called ARPANET (Advanced Reaserch Projects Agency Network), which aims to allow military personnel and civilian researchers to exchange information relating to military matters. ARPANET (1979) is the first network to demonstrate the ability of transmitting data in packets from a computer to another computer. Together with CSNET (Computer Science Network) and NSFNET (National Science Foundation Network) form what is called the internet. In tahun1989, Tim Berners Lee a European particle laboratory computer scientist, found a better way for physicists to communicate. The idea is to use hypertext (documents) in electronic form interconnected in some way. The physicists can click on the word or phrase that display their computer screen and take the hypertext. The idea became a reality in 1992 in the form of world-wide web, and since then has far exceeded initial expectations. Not only handles text material but also capable of storing and retrieving hypermedia (multimedia consisting of text, graphics, audio and vidio). WWW is an information space on the Internet where hypermedia documents can be stored and retrieved with a unique address scheme. so still not reduce the difficulty to find these documents.      Information technology affects the process of developing a marketing strategy for information technology to provide more information to managers through the use of decision-making systems (Decision Support System or DSS). Information technology has the ability to integrate different parts of the organization and provides a wealth of information to the manager. For example, an executive information system (EIS Executive Information System) affect the flow of information vertically within the company. Top management has greater access to information sources and reduce dependence on middle management. Telecommunications network allows information to flow easily and quickly between different departments and divisions.      Information technology also affects the organization interfaces with the environment, such as customers and suppliers. Inter-organizational systems are equipped with electronic data interchange (EDI) to create a closer relationship between the organization and suppliers, facilitating a more efficient stock management and enable timely approach in order again

Kamis, 14 Maret 2013

Sample Issues Microeconomics and Macroeconomics



Sample Issues Microeconomics and Macroeconomics
   Economic issues is a common thing, but the example of micro-and macro-economic issues are not the same in handling. Before we discuss further, we should know first what a sense of understanding of microeconomics and macroeconomics.

   Meaning of microeconomics or micro economy is the smallest parts of the overall economic activity there. An example is a company, the market and private enterprise.

   Whereas the opposite is true, namely macroeconomic kagiatan national economy as a whole. In this case the character is thoroughly regardless of economic activities undertaken by small parts or individual economy.

   Examples of micro-economic issues such as the market price problem, the problem of certain commodities, and all things related to a small portion economy. Similarly, the example of the macroeconomic problems we can know, among others such as unemployment, economic crisis, employment is narrow, crisis currency exchange rates, foreign debt, poverty, etc..

   So had a little discussion about examples of micro and macro economic issues that may add to our knowledge about the economy.

Jumat, 25 Januari 2013

Tanggung Jawab Sebagai Anak



Tanggung jawab sebagai anak
Saya dilahirkan didepok 2 november 1994. Saya dibesarkan didepok bersama orang tua saya yg bernama alfian dan ending ujlestari. Saya memiliki tanggung jawab yg besar, karna saya anak semata wayang dan saya harapan satu satunya dikeluarga kecil yg bahagia ini.
            Saya diberikan fasilitas pendidikan oleh orangtua dari TK,SD,SMP,SMA dan sampai sekarang saya kuliah di gunadarma university, saya sebagai anak bertanggung jawab untuk belajar sungguh sungguh sebagai mahasiswa dan saya tidak akan mengecewaka orangtua, karna saya harapan satu-satunya orang tua saya
            Saya ingin sukses dan membalas orang tua saya yg telah membesarkan saya dr kecil. Karna ada pepatah dr sahabat nabi ‘’ridhollah fii ridho walidaini wasukhtullah fii sukhti walidaini’’yg artinya ridhonya Allah ada diridho orang tua dan marahnya Allah terdapat dimarahnya orang tua.
            Saya masih muda masih punya waktu yg panjang, saya akan bertanggung jawab sebagai seorang anak dan saya berjanji akan membahagiakan orang tua saya ITU JANJI SAYA!!!

Harapan Dan Cita - Cita



·       
  Harapan dan cita-cita
    Harapan dan cita-cita, semua orang didunia ini pasti memilki harapan dan cita-cita. Namun seperti apa kita akan menggapai harapan dan cita-cita tersebut.
    Terkadang harapan dan cita-cita tersebut banyak liku-likunya. Seperti harapan saya bisa memodifikasi motor saya dan saya ingin menjadi modifikator yang terkenal. Harapan saya memodifikasi motor banyak liku-likunya, yang paling menghambat adalah masalah keuangan atau biaya, berhubung saya masih menjadi mahasiswa dan belum bekerja hal itu sangat mengahambat proses modifikasi motor saya.
    Walaupun hal itu menjadi penghambat, saya tidak kehabisan akal, saya mempuyai inisiatif meyisihkan uang jajan untuk memodifikasi motor saya.           
Mudah-mudahan harapan dan cita-cita saya tercapai, saya tidak akan pernah menyerah dan saya memiliki Allah tempat saya berdoa, mengadu dan bersyukur J
SAYA PASTI BISA!!!

Minggu, 11 November 2012

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Pandangan Hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua perbuatan, tingkah laku dan aturan serta undang-undang harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang telah dirumuskan.
Menurut asalnya pandangan hidup dibagi menjadi 3 yaitu :
· Pandangan hidup yang berasal dari agama,
· Pandangan hidup yang berupa ideologi, dan
· Pandangan hidup hasil renungan.
Pandangan hidup terdiri dari 4 unsur antara lain :
· Cita-cita yang diinginkan dapat diraih dengan usaha dan perjuangan
· Berbuat baik dalam segala hal dapat membuat seseorang merasa bahagia, damai, dan tentram
· Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi oleh keyankinan
· Keyakinan dan kepercayaan adalah hal yang terpenting dalam hidup manusia
1. Cita-cita
Cita-cita menurut definisi adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Tidak ada orang hidup tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup. Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Cita-cita yang merupakan bagian atau salah satu unsur dari pandangan hidup manusia, yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh manusia melalui usaha. Sesuatu bisa disebut dengan cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk mewujudkan sesuatu yang dianggap cita-cita itu.
2. Kebajikan atau Kebaikan
Kebajikan atau kebaikan pada hakikatnya adalah perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama atau etika. Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik dan makhluk bermoral.
Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari 3 segi, yaitu :
· Manusia sebagai pribadi, yang menentukan baik-buruknya adalah suara hati.
· Manusia sebagai anggota masyarakat atau makhluk sosial, manusia hidup bermasyarakat, saling membutuhkan, saling menolong, dan saling menghargai anggota masyarakat
· Manusia sebagai makhluk Tuhan
Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya. Karena tingkah laku bersumber dari pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri. Terdapat tiga hal yang menjadi faktor yang mungkin dapat menjadikan seorang individu memiliki sikap tertentu, yaitu:
· Pembawaan (hereditas) , sesuatu yang diturunkan dari orang tua pada anaknya.
· Lingkungan, merupakan alam kedua yang melingkupi manusia dan di situ manusia baru akan terdidik dengan sendirinya agar bisa melanjutkan hidup.
· Pengalaman, merupakan segala sifat dari keadaan-keadaan, baik itu manis ataupun pahit yang dirasakan dan cenderung sering terbesit di pikiran manusia.
3. Usaha atau Perjuangan
Usaha atau perjuangan adalah bentuk kerja keras untuk mewujudkan tujuan atau cita-cita. Tanpa adanya usaha, hidup manusia tak ada artinya. Manusia diciptakan berakal dan berindra, di mana apa yang dititipkan-Nya harus dipotensialkan sesuai kemampuannya.
4. Keyakinan atau Kepercayaan
Keyakinanatau kepercayaan berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Manusia memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda dalam meraih tujuan atau cita-cita masing-masing. Pandangan hidup ini mau tidak mau akan menjadi pedoman untuk mengantarkan mereka pada tujuan atau cita-cita tersebut. Maka yang sebaiknya dilakukan manusia adalah memikirkan, merancang, atau menentukan langkah- langkah berpandangan hidup yang baik

MANUSIA DAN KEADILAN

MANUSIA DAN KEADILAN
Pengertian Keadilan
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.
Keaadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Diproyeksikan kepada pemerintah sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya.
Pendapat ini terbatas pada nilainilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati. Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntuk hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
Berbagai Macam Keadilan
1. Keadilan legal atau keadilan moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya ( the man behind the gun ). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal.
2. Keadilan distributive
Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).
3. Keadilan komutatif
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat
Kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.
Kecurangan
Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hari nuraninya atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha. Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita.
Bermacam macam sebab orang melakukan kecurangan. Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada 4 aspek yaitu aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspek peradaban dan aspek teknik. Apabila keempat asepk tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum. Akan tetapi, apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan.
Pemulihan nama baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar namanya baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya.
Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatn-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya. Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf.
Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk.
Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yagn penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah mahluk moral dan mahluk sosial.
Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.